Featured Post

mengenal evaluasi pembelajaran dan ANBK pengganti UNBK

halo pembaca, selamat datang di blog ini 👋   Di masa kini sering kali evaluasi disamakan dengan ujian dan penilaian. Ujian pada kenyata...

Saturday, October 2, 2021

Libatkan Allah Dalam Kondisi Apapun

 “Kalau kita punya harapan, yang menurut kita nggak mungkin. Maka libatkanlah Allah, tidak ada yang tidak mungkin. Bukankah selama ini Allah yang berkuasa diatas segalanya”.

Alhamdulilah, Allah masih memberi kesempatan hidup kepada kita hingga saat ini kita masih bisa melihat alam semesta, menginjakkan kaki ini di atas bumi-Nya. Dalam siatuasi dan kondisi apapun jangan pernah meningglkan Allah, sehancur-hancurnya diri kita menjalani lika-liku kehidupan saat diuji dengan suatu musibah jangan pernah jauh dari Allah. Jika kita jauh dari Allah, hati kita akan kosong bahkan mati rasa, seperti rumah yang tak berpenghuni, gelap, kotor tanpa cahaya sedikitpun tak tau arah dan tujuan.

            Setiap hari itu, Allah selalu menjaga kita, Allah selalu bersama kita. Mungkin kita selalu lupa akan hal itu, disaat sudah bertemu teman, sahabat bahkan keluarga, saat berkumpul, berdiskusi ngobrol a-z saat itu juga hati kita kadang entah sengaja atau tidak kita lupa, hati kita tidak berdzikir pada Allah. Padahal Allah setiap detik itu mengingat kita, memanggil-manggil nama kita, “mana ya si Fulan belum juga berdoa pada-Ku, belum juga memanggil nama-Ku”. Ternyata Allah kangen dengan kita.


Untuk digunakan gratis
Tidak ada atribut yang di perlukan

       Bagaimana cara kita sebagai seorang hamba dalam melibatkan Allah di setiap kondisi kita?, apa hanya dengan bismillah?. Nggak teman-teman,  banyak cara dalam melibatkan Allah, pertama dari qolbi (hati) kita sendiri. Kalau kita meminta sesuatu, mengerjakan sesuatu tidak dilibatkan Allah, maka kita akan mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Namun kalau kita selalu melibatkan Allah di setiap langkah kita, aktivitas kita ada hubungannnya dengan Allah maka, pekerjaan kita akan ringan dibantu oleh Allah.

            Terkadang dibantu oleh manusia, teman atau murid, urusan kita aja jadi mudah apalagi dibantu oleh Allah yang tidak punya keterbatasan apapun, tidak seperti manusia yang masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam hal apapun. Allahlah yang menggerakkan hati manusia untuk mensupport, menolong kita, siapa lagi kalau bukan Allah yang menggerakkan hatinya dalam kondisi apapun, kalau manusia itu benci kepada kita mana mungkin mau membantu kita.

Kemudian cara selanjutnya yaitu jujur kepada-Ku, ku disni yang dimaksudkan adalah Allah SWT. Cara jujur kepada Allah, kita harus tanya pada hati kita apakah yang kita lakukan ini ada hubungannya nggak dengan Allah?, kalau ada hubungannya pasti Allah memberi keajaiban pada setiap apa yang kita lakukan. Ada kisah, kisah ini datang dari Nabi Zakariya yang setiap saat berdoa sangat panjang dan lama dalam hidupnya, tapi belum juga dikabulkan, (bukan tidak dikabulkan tapi belum). Kemudian Nabi Zakaria berdoa dalam surat Maryam, dan dipanggil langsung oleh Allah seketika doanya dikabulkan oleh Allah, kenapa demikian? Kenapa demikian, karena Nabi Zakaria sudah mulai mengconnectkan antara keinginannya dengan Allah.

Kalau di dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran Nabi Zakaria melihat Maryam diberi makan langsung oleh Allah dari langit, “ini anak sholehah sekali sampai segitunya Allah memperlakukan Maryam anak sekecil ini”, (anak SD yang duduk di sebuah ruangan kecil, mihrab namanya terus dia lapar, belum sampai berdoa mengangkat tangan anak kecil ini langsung Allah beri makanan, dan yang lebih kagum lagi yang ngantar makanan itu malaikat kawan bukan seperti zaman sekarang ada gosen bukan, melainkan Malaikat Malik. MasyaAllah… Ini menjadi salah satu bukti jika kita selalu melibatkan Allah dalam kondisi apapun.


No comments:

Post a Comment